TRANSFORMASI DARI HUKUMAN FISIK MENUJU HUKUMAN MANUSIAWI DALAM JARIMAH HUDUD

  • Doni Eka Saputra
Keywords: Hukum Fisik, Hukuman Manuasiawi, Hukum Islam, Had, Jarimah, Hudud, Kisas

Abstract

Tujuan yang paling esensi dari ketetapan hukum Islam adalah mengembalikan manusia kepada fitrahnya sebagai mahluk yang bermartabat, beriman, dan bertaqwa. Sudah selayaknya setiap pelaksanaan hukum-hukum dalam Islam tetap menjunjung tinggi kemanusiawian. Seburuk-buruk dan sejahat-jahat pelaku kejahatan, mereka adalah manusia yang layak untuk dihormati. Hukuman potong tangan, rajam, dan lain-lain pada dasarnya berperan sebagai salah satu instrumen yang dijadikan sebagai wasilah untuk mengembalikan martabat manusia pada fitrahnya. Salah satu indikator bahwa seseorang telah kembali pada jati dirinya sebagai manusia yang bermartabat, beriman dan bertaqwa adalah ia akan bertaubat dan menyesali setiap perbuatan buruk yang dilakukan sehingga tidak akan terulang kembali. Kalau ghayah dari hukuman seperti ini telah tercapai tanpa harus melaksanakan hukum had dan kisas, maka tidak perlu untuk menerapkan hukum pidana Islam seperti had dan kisas.

Published
2018-12-30