QATH’I - ZHANNI AL-SYATHIBI DALAM PEMBENTUKAN HUKUM ISLAM

  • Muslim
Keywords: Qath’i - Zhanni, Al-Syathibi, Pembentukan Hukum Islam

Abstract

Dalam Qur’an dan Hadits terkandung redaksi yang memiliki makna yang pasti (qath’iy) namun terkadang pula memliki redaksi yang mengandung makna
bersifat relatif (zhanni). Terkait dengan nash-nash qathi - zhanni ini para ulama terpetak pada dua aliran dalam menyikapinya: literalis dan liberalis. Pemahaman yang ditampilkan oleh ulama literalis lebih mengarah pada zhâhir (redaksional) teks atau otoritas teks tanpa mau melakukan penalaran lebih lanjut. Sementara aliran liberalis sering melakukan counter pemikiran terhadap formula qath’i dan zhanni dengan pertimbangan redaksional teks semata. Bagi kelompok liberal, apa yang bersifat konstan dan qath’i adalah nilai-nilai yang substansi berupa etika dan keadilan yang mesti ditegakkan sepanjang sejarah. Selebihnya adalah
sekedar mekanisme teknis dengan fungsi mengejawantahkan nilai-nilai keadilan universal. Terlepas dari pendapat kedua aliran pemikiran di atas, al-Syathibi hadir untuk memberikan konstribusi pemikiran tentang konsep qath’i - zhanni yang selama ini menjadi perdebatan alot di kalangan ulama. Al-Syathibi mengatakan bahwa nash yang qath’i adalah nash yang berdasarkan pada dalil-dalil universal. Artinya, suatu nash dikatakan qath’i tidak lantas dipahami dari satu dalil, walaupun penunjukan dari dalil tersebut jelas, namun harus melihat pada dalil-dalil lain yang mempunyai makna yang sama meskipun dalam
pembicaraan dan konteks yang berbeda. Jadi, kolaborasi dari ragam dalil yang semakna dapat menghasilkan ketentuan yang aksioma.

Published
2018-12-30